Kunci Sukses Dalam Usaha Ternak Sapi Potong Dengan Cepat

Kunci Sukses Dalam Usaha Ternak Sapi Potong Dengan Cepat

Ternak Sapi Potong – Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang berasal dari anggota suku bovidae. Sapi bisa dimanfaatkan susu, daging sebagai sumber makanan hewani bagi manusia dan kulitnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dari pembuatan tas, sepatu, jaket, dompet dan lainya.

Di beberapa daerah, sapi juga bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi atau sebagai alat untuk membajak sawah. Sapi yang dibudidayakan biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu sapi perah untuk diambil susunya dan sapi potong untuk disembelih lalu dimanfaatkan dagingnya.

Kebutuhan akan daging di kalangan masyarakat menjadikan beberapa orang untuk memilih membudidayakan sapi sebagai mata pencaharian. Kemudian para peternak sapi juga memikirkan bagaimana cara untuk menghasilkan sapi yang gemuk, sehat dan mampu menghasilkan daging yang lebih banyak dari biasanya.

Beberapa oknum peternak sapi melakukan cara cara yang kurang baik sehingga akan mengurangi kualitas dari daging sapi tersebut. Adapun parapeternak sapi yang memilih untuk menggunakan cara yang baik dan alami. Cara yang baik dan alami ini bisa dilakukan dengan cara memberikan pakan yang sesua dengan kebutuhan ternak serta memberikan vitamin khusus untuk sapi agar sapi selalu sehat dan bisa menghasilkan daging yang baik.

Syarat dan jenis pakan ternak sapi potong

Sapi ternak
tokomesin.com

Pakan yang baik dan sesuai untuk ternak sapi potong ialah pakan yang baik bagi pertumbuhan ternak dan disukai ternak tersebut. Pakan yang digunakan sebaiknya mengandung gizi yang cukup untuk untuk memenuhi kebutuhan tubuh sapi, yaitu makanan yang mengandung, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu pakan yang baik dan sehat ialah pakan yang bersih, tidak tercampur kotoran, bibit penyakit serta tidak rusak ataupun busuk.

Pada saat mencari pakan sebaiknya hindari melakukanya pada waktu pagi hari, karena pada waktu pagi biasanya terdapat telur cacing serta pakan berembun. Jika pakan berembun maka akan mengakibatkan kejang perut atau kembung pada ternak, maka sebaiknya keringkan dahulu sebelum memberikan kepada ternak.

Jenis dari pakan ternak sapi potong diantaranya ialah:

Pakan hijau yang berupa rumput segar, leguminosa, limbah agroindustri dan pertanian semisal jerami. Yang termasuk dari leguminosa diantaran ialah dari jenis kacang kacangan yaitu siratro, gamal, lamtoro, centro. Daun lamtoro diberikan kepada ternak sebanyak 20% dari paka hijau.

Pakan penguat atau biasa dikenal dengan konsentrat semisal dedak padi. Salah satu campuran yang mampu menggemukan sapi yaitu campuran dari dedak 70% dedak dan 30% bungkil kelapa ditambahkan 0,5% tepung tulang ikan dan 1% garam dapur. Komposisi ini harus pas agar sapi doyan dan gizi yang yang diperoleh juga maksimal.

Waktu pemberian pakan sapi

gamabr sapi ternak
produknaturalnusantara.com

Pakan yang diberikan untuk ternak sapi potong bisa diatur dengan perbandingan 10 sampai 12 % pakan hijau dan 1 sampai 2% pakan konsentrat dari bobot sapi. Waktu pemberian pakan sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan menjelang malam atau sore hari.

Pakan hijau sebaiknya dipotong potong agar memudahkan sapi untuk memakanya. Pemberian konsentrat yaitu pada pagi sebelum diberikan pakan hijau. Pada saat pemberian sebaiknya diberi sedikit pakan hijau sebelum konsentrat. Sebab pakan hijau tersebut berfungsi untuk merangsang air lur agar lambung sap tidak asam. Tidak hanya pakan, kebutuhan air minum juga harus tersedia, per harinya diperlukan minimal 20 sampai 40 liter air untuk satu ekor sapi dewasa.

Cara cepat dalam menggemukan sapi

gambar sapi
penggemukansapi.com

Langkah langkah yang perlu anda lakukan dalam penggemukan sapi ialah sebagai berikut:

Pemilihan jenis sapi yang akan digemukan

Sapi yang bagus untuk digemukan ialah sapi jenis limosin dan simetal. Kedua jenis sapi ini adalah tipikal sapi yang cepat dalam pertumbuhan dan kenaikan bobot,beratnya mampu mencapai 11 kg per minggu. Bisa juga sapi jawa atau sapi bali untuk di jadikan ternak namun pertumbuhanya tidak sesignifikan seperti ke dua sapi diatas.

Umur sapi yang akan diternak

Dalam ternak sapi potong pilihlah sapi yang berumur sekitar 2-2,5 tahun. Hal ini disebabkan pada usia-usia tersebut tulang tulang sapi sudah terbentuk dengan sempurna sehingga proses penggemukan sapi dapat dilakukan dengan sempurna dan efektif.

Lalu bagaimana kita bisa mengetahhui usia sapi tersebut? Jika dilhat dari segi fisik para pedagang dipasar biasanya akan mengetahui umur sapi tersebut dari gigi sapi. Untuk usia 2 tahun biasanya gigi seroi sapi sudah berganti besar 2-4 buah (poel2-4). Ika lebih dari itu maka biasanya usia sapi sudah lebih dari 3 tahun.

Dalam pemilihan sapi selain usia, factor lain yang lebih penting ialah masalah fisik sapi tersebut. Fisik sapi yang baik meliputi panjang tubuhnya, tampilan depan dan belakang.

Waktu yang diperlukan untuk penggemukan sapi

sapi ternak
jualsapi.com

Waktu pemeliharaan sapi tergantung dari tujuan kita. Apakah akan memelihara sapi dalam jangka pendek 3 hingga 4 bulan atau untuk jangka waktu yang lama 6 sampai 12 bulan. Jangka waktu pemeliharaan ini nantinya akan terkait dengan umur sapi yang akan dipelihara.

Untuk pemeliharaan jangka pendek, disarnankan menggunakan jenis sapi limosin atau simetal dengan usia 2-2,5 tahun, biasanya untuk jenis tersebut dengan pemeliharaan yang baik dan intensif maka akan mempu naik minimal 100 kg.

Namun jika kita memilih pemeliharaan dalam jangka waktu yang panjang maka sebaiknya memilih bibit ternak yang agak lebih muda. Hal ini agar bisa memperoleh harga bibit sapi yang lebih murah dari pada sapi yang dewasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *